oleh : Agustinus setyawan / 31109107
Sebagaimana diketahui, salah satu konsep manajemen yang dikenal secara umum adalah P.O.A.C. - Planning, Organizing, Actuating & Controlling. Salah satu aspek yang terdapat dalam Controlling adalah Evaluation- yaitu bagaimana mengukur pencapaian-pencapaian dari strategi yang telah dilakukan.
Tingkat Kesehatan Bank sebagai ukuran pencapaian kinerja bank yang komprehensif merupakan input untukplanning ke
depan. Bagi bank, tujuan penilaianTingkat Kesehatan Bank adalah
memperoleh gambaran mengenai tingkat kesehatan bank sehingga dapat
digunakan sebagai input bagi bank dalam menyusun strategi dan rencana
bisnis ke depan serta memperbaiki kelemahan-kelemahan yang berpotensi
menganggu kinerja bank. Bagi regulator, penilaian tingkat kesehatan bank
menjadi input dalam menyusun strategi dan rencana pengawasan bank yang
efektif sehingga bersama-sama dengan bank dapat menciptakan individual
bank dan sistem perbankan yang sehat dan berkesinambungan.
Perkembangan industri perbankan telah memberi andil dalam perubahan
pendekatan penilaian secara internasional yang mengarah pada pendekatan
pengawasan berdasarkan risiko. Peningkatan eksposur risiko dan profil
risiko serta penerapan pendekatan Pengawasan berdasarkan risiko tersebut
selanjutnya akan mempengaruhi penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Mulai
bulan Januari 2012 dengan menggunakan data Bulan Desember 2011, bank
telah diwajibkan untuk melaporkan penilaian Tingkat Kesehatan
berdasarkan Risk Based Bank Rating menggantikan CAMELS (Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity & Sensitivity to Market Risk) yang dulunya digunakan bank.
Tingkat kesehatan bank berdasarkan CAMELS, selama ini telah efektif dalam memberikan gambaran kesehatan bank namun perlu disempurnakan sesuai dengan perkembangan kompleksitas bisnis bank dan memenuhi ekspektasi stakeholders yang
semakin tinggi. Untuk lebih memahami apa fokus penyempurnaan CAMELS,
berikut disajikan diagram Penilaian Tingkat Kesehatan Bank berdasarkan
metode CAMELS, sebagai berikut :
Dari diagram tersebut terlihat, bahwa keterkaitan antara faktor-faktor
dalam CAMELS belum terhubung sehingga belum memberikan gambaran yang
utuh tentang bagaimana bank dikelola. Masing-masing komponen dan faktor
dalam diagram masih dianalisis secara terpisah, dan belum mempehatikan
adanya keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya.
Berikut uraian tentang hal dimaksud :
- Faktor Manajemen tentunya sangat terkait dengan faktor lainnya, karena faktor-faktor lain merupakan hasil (resultan) dari apa yang dilakukan manajemen. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara penilaian penilaian faktor Manajemen dengan faktor lainnya.
- Faktor Capital dan Earnings sangat dipengaruhi oleh faktor Asset Quality, karena Asset Quality yang buruk akan menyebabkan kecukupan permodalan terganggu untuk mengantisipasi kerugian dimasa depan.
Selain dari belum adanya keterkaitan antara faktor dan komponen, CAMELS
juga belum memperhitungkan kinerja masa depan serta perbandingan bank
dengan bank sejenis (peer analysis).
Misal dalam penilaian faktor Asset Quality, CAMELS belum
memperhitungkan potensi penurunan kualitas kredit / potensi peningkatan
NPL. Hal-hal tersebut, menjadi alasan mengapa perlu penyesuaian metode
Penilaian Tingkat Kesehatan dari CAMELS ke RBBR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar