Jumat, 15 Juni 2012

kontradiksi makna

oleh : agustinus setyawan
sumber : suicidal sinatra
nb : sebagai tugas tulisan mata kuliah softskill

masih bermimpi semuanya akan membaik
tempat yang aman jauh dari semua kebisingan
terasa lelah dengan pengakuan tak bersalah
mengaku suci padahal hanya pencuri

sibukan diri telanjangi salah orang lain
tak menyadari keburukan diri sendiri
yang jadi penghalang langsung terbuang tanpa bersalah
tak lagi hiraukan nasib mereka yang jadi korban

hentikan semua pertikaian yang takda berguna semuanya kebohongan hanyalah kebohongan
kebohongan

WAWANCARA dengan OFFICE BOY di kampus ku

Agustinus: Slamet pernah jatuh cinta gak?

Slamet: Pasti dong

Agustinus: Kapan pertama kali jatuh cinta?

Slamet: Maksudnya

Agustinus: Kapan pertama pacaran?

Slamet: Pertama pacaran… tahun lalu.

Agustinus: Sekarang masih?

Slamet: Enggak

Agustinus: Kenapa?

Slamet: Putus bang agus

Agustinus: Sebab apa putus?

Slamet: Ya gitu deh. Biasalah orang ketiga

Agustinus: Dianya selingkuh ya?

Slamet: Selingkuh enggak ya? Gak tau bang agus

Agustinus: Selingkuh, kan? Kenapa sampai bisa selingkuh?

Slamet: Iya. Kenapa ya?

Agustinus: Kenapa? Maksudnya kenapa dia selingkuh?

Slamet: Iya, si perempuannya selingkuh, kenapa sampai bisa selingkuh ya?

Cowoknya lebih cakep kali. Gak bener pertanyaannya ha ha.

Agustinus: Kata siapa cowoknya lebih cakep?

Slamet: Ya, kata dialah!

Agustinus: Kirain kata kamu. Kalau menurut kamu sendiri?

Slamet: Ya memang cakep

Agustinus: Sakit hati gak?

Slamet: Enggak lah. Biasa

Agustinus: Jujur?

Slamet: Jujur

Agustinus: Terus menurut kamu perempuan seperti itu gimana?

Slamet: Perempuan yang gimana?

Agustinus: Ya, perempuan yang selingkuh itu, menurut kamu perempuan itu perempuan macam apa?

Slamet: Perempuan macam apa?

Agustinus: Enggak, gini perempuan yang selingkuh itu bagus enggak?

Slamet: Matre kali.

Agustinus: Kan katanya dia selingkuh karena cakep bukan matre?

Slamet: karena gua jelek kali ya? Atau juga karena…..

Agustinus: Apa?

Slamet: Miskin kali

Agustinus: Tadi kamu bilang enggak sakit hati. Kenapa enggak sakit hati?

Slamet: Karena enggak sakit hati, karena sakit jiwa he he. Emang enggak sakit hati tapi sakit jiwa

Agustinus: Maksudnya sakit jiwa?

Slamet: Harga diri

Agustinus: Harga diri gimana?

Slamet: Harga diri saya

Agustinus: Harga diri kamu kenapa?

Slamet: Serasa tidak berarti

Agustinus: *Gue gak ngerti.. ha ha

Slamet:  Dalem

Agustinus: Berusaha mencari lagi gak?

Slamet: Pikir-pikir dulu

Agustinus: Apanya yang harus dipikir? Tentang apa?

Slamet: Gak gampang cari cewek yang perhatian. Dan enggak matre. Tanya typenya deh?

Agustinus: Iya. Typenya?

Slamet: Type cewek yang dikerudung yang soleh yang baik yang jujur pengertian yang setia.

Agustinus: Pacarmu itu sempat dicium gak, pacarmu yang dulu itu?

Slamet: Pernah sih. Tapi dicium tangannya.

Agustinus: Terus dia mau?

Slamet: Maksudnya?

Agustinus: Dia mau dicium tangannya?

Slamet: Ya mau.

Agustinus: Kamu seneng waktu itu?

Slamet: Ya, gitu deh. Namanya juga pacaran. Dicium tangannya aja seperti dicium…seperti dicium hatinya ha ha

Agustinus: Bagaimana dulu kamu mendekati dia?

Slamet: Mendekati dia…Itu awalnya dari temen aja. Cuman kenal. Ya minta nomor telepon. Terus SMS an.

Agustinus: Terus?

Slamet: Kok terus?

Agustinus: Ya, terus setelah SMS-an? Kamu datang ke rumahnya?

Slamet: Enggak. Ketemuan

Agustinus: Ketemuan di mana?

Slamet: Di sebuah mall.

Agustinus: Terus bagaimana reaksinya pas ketemu kamu di mall?

Slamet: Tersenyum manja.

Agustinus: Waah. Nah, selama pacaran, apa yang sudah Slamet berikan ke dia?

Slamet: Perhatian

Agustinus: Kalau barang?

Slamet: Oh, barang. Baju

Agustinus : Terus?

Slamet: Udah baju doang.

Agustinus: Setelah tahu dia selingkuh bagaimana perasaan Slamet

Slamet: Kan tadi udah kan…masa diulang lagi. Yang sakit hati tadi

Agustinus: Ye. Kamu bilang gak sakit hati

Slamet: Tapi kan sudah bilang sakit jiwa. Sakit jiwa dan raga.

Agustinus: Dulu orangtuanya setuju gak waktu tahu anaknya pacaran sama kamu?
Slamet: Orangtuanya gak tahu pacaran

Agustinus: Kenapa?

Slamet: Gak pernah cerita

Agustinus: Kan kamu datang ke rumahnya

Slamet: Belum pernah

Agustinus: Oh. Selama ini ketemuan di mana?

Slamet: Di tempat kerja

Agustinus: Di tempat kerja dia? Di mana?

Slamet: Dulunya sih dia di pondok cina, sekarang di kelapa dua

Agustinus: Sekarang sudah ada inceran belum?

Slamet: Kemarin sudah, ya, tapi gagal lagi

Agustinus: Menurut kamu gagalnya karena apa?

Slamet: Karena jauh.

Agustinus: Bagaimana bisa karena jauh?

Slamet: Kok bagaimana karena jauh sih?

Agustinus: Tadi kamu bilang karena jauh?

Slamet: Karena jauh, saya di cimanggis, dia di cengkareng. Males, bang agus. Udah, ah!

Wawancara terputus karena dia dipanggil atasan divisinya.

loncat indah yang tidak

oleh : agustinus setyawan
sumber : pidi baiq
nb : untuk tugas mata kuliah softskill

ALASAN KENAPA SAYA BERHENTI KURSUS LONCAT INDAH
Hari ini adalah hari terakhir saya kursus loncat indah. Senin depan sudah tidak akan ikut lagi, kayaknya sudah cukup hanya ikut empat kali pertemuan saja, kecuali kalau saya dibolehkan menggunakan celana jeans dari terpal, tidak diwajibkan menggunakan seragam celana dalam transparan.
Saya mau bilang sebenarnya saya suka loncat indah, tetapi kalau guru kursusnya suka ngeliatin pantat saya, kamu mungkin bisa cuek, tapi saya tidak.
Boleh jadi, itu mungkin hanya dugaan saya saja, jangan-jangan guru kursus itu hanya tertarik pada tatto di belakang pahaku, tapi kemudian semuanya menjadi jelas ketika pada suatu hari ngirim sms ke saya:  “pantatmu bagus ya, kayak pantat Iwan”. Haaah? Aku langsung lemes, dan segera ingin pergi ke Pangandaran untuk menangis sendirian di sana, di sebuah kamar yang sepi. Di kamar nomor 308.
(bersambung)

Menyongsong Latgab 2013

oleh : agustinus setyawan
sumber : analisis alutsista
nb : sebagai tugas tulisan softskill
 
Ada pertanyaan, mengapa harus tahun 2013, jawabnya karena itu berarti 5 tahun dari tahun 2008 saat diadakan Latgab TNI skala besar.  Ini sebagaimana yang diinstruksikan Panglima Tertinggi TNI yang juga Presiden RI agar 5 tahun sekali TNI melakukan Latgab skala besar.  Namun yang lebih membanggakan tentu karena pada tahun 2013 Latgab TNI dilakukan bersamaan dengan musim panen raya alutsista berbagai jenis yang sudah berdatangan sejak pertengahan 2012 ini.
Skenarionya tentu tidak jauh dari suasana adrenalin militer kita yang selalu ingin mempertahankan teritorinya secara jelas dan jantan. Oleh karena itu boleh jadi prediksi hotspot area latihan tempur gabungan itu akan berpusat di selat Malaka (pertempuran laut dan pendaratan amfibi), Kalimantan (pertempuran darat dan udara) dan Ambalat (perang laut dan pendaratan amfibi).  Tiga titik panas ini sangat dinantikan dalam latihan perang TNI untuk menguji kualitas alutsista yang dimiliki, integrasi sistem komunikasi, spirit tempur prajurit TNI di tiga wilayah tempur sekaligus.
Sekedar catatan di Riau Kepulauan saat ini sedang dibangun kekuatan baru satuan tempur Marinir TNI AL, sementara Marinir telah menempatkan satuan tempurnya di Pangkalan Brandan, Lhok Seumawe dan Piyabung Lampung.  Ini diluar dari kekuatan Pasmar I dan II Marinir yang berbasis di Jawa dan 1 brigade Marinir yang disiapkan di Papua.  Sementara di Kalimantan juga sedang dibangun satuan-satuan tempur TNI AD yaitu batalyon infantri, batalyon artileri, batalyon kavaleri untuk menambah kekuatan eksisting yang sudah ada.
Tank amfibi TNI AL dalam serial latihan 
Yang menarik tentu saja kekuatan alutsista TNI pada saat digelarnya latgab 2013 itu akan banyak diisi dengan alutsista baru.  Paling tidak sudah tersedia puluhan MBT anyar Leopard.  Dengan begitu sudah bisa dilakukan kombinasi pertempuran tank dengan payung heli serang, UAV, batalyon roket, batalyon artileri, satuan rudal anti tank yang sudah tersedia di Kalimantan.  Demikian juga dengan sebaran rudal darat ke darat.  Oleh sebab itu skenario perang darat di kalimantan diharapkan tidak lagi menguji lagu lama yang sudah usang yaitu biarkan musuh masuk lebih dulu baru digebuk. 
Lagu itu harus diganti dengan lagu baru berirama rock berjudul pre emptive strike dengan menembakkan rudal darat ke darat ke sasaran yang disimulasikan sebagai instalasi militer dan komunikasi pihak lawan. Ruang udara di Kalimantan juga dihirukpikukkan dengan pertempuran udara antara Sukhoi TNI AU dengan jet tempur pihak lawan.  Dengan dukungan jet tempur Sukhoi, Hawk, Heli serang, dan UAV pola latihan perang darat dan udara di Kalimantan akan menjadi ukuran kemenangan kampanye militer RI atau puncak dari Latgab tersebut.
Di Selat Malaka disimulasikan terjadi pertempuran laut karena pihak lawan melanggar teritori RI. Tahap awal satuan kapal cepat RI yang memang sudah terbentuk di kawasan itu melakukan pengejaran dan menembakkan rudal C705 ke arah beberapa kapal perang lawan.  Satuan Marinir dari Sumut dan Lampung disiagakan dan dikirim untuk lakukan pendaratan amfibi di salah satu pulau yang disimulasikan sebagai basis pertahanan pihak lawan.  Skuadron F16 yang bermarkas di Pekan baru bersama skuadron Hawk200 melakukan kawal udara dan serangan udara langsung ke beberapa kapal perang lawan yang mencoba melakukan serangan balik.   Lalu konvoy kapal perang armada barat berkekuatan 30 KRI berbagai jenis muncul dari balik pulau Bintan dan menuju Karimun tempat terjadinya hotspot.
KRI Nanggala  diuji kemampuan tempurnya di Latgab 2013
Di kawasan Ambalat, pasukan Marinir berkekuatan 1 brigade melakukan pendaratan pasukan di Nunukan dan Sebatik.  Dipilihmya 2 pulau terdepan ini agar gaung kampanye militer RI terdengar keras di telinga tetangga sebelah. Namun sebelumnya telah terjadi pertempuran laut yang melibatkan 25 KRI dan 10 kapal lawan. TNI AL melakukan penembakan rudal yakhont oleh KRI berkualifikasi Fregat dan langsung menenggelamkan 2 kapal musuh.  Payung untuk pertempuran laut dikawal oleh 8 Sukhoi dari Makasar, 2 UAV dan 4 heli anti kapal selam.
Skenario latgab khususnya perang darat di Kalimantan tidak lagi mengandalkan kekuatan pasukan dari pulau Jawa.  Cukup hanya bantuan 1 brigade Kostrad dari Sulawesi yang secara geografi lebih dekat dengan Kalimantan.  Dua Kodam di Kalimantan sudah tersedia berbagai arsenal mulai dari MBT, MLRS, Artileri, Rudal Anti Tank, Rudal Darat ke Darat, Roket, UAV, Heli Serang.  Jadi pola latihannya tidak lagi menunggu diserang tapi langsung melakukan serangan ofensif berskala besar sehingga pihak lawan tak mampu kumpulkan kekuatan.  Pangkalan udara pihak lawan diserang oleh satuan rudal darat ke darat, demikian juga dengan satuan radar dan pusat komunikasi harus segera dilumpuhkan pada hari pertama Latgab. 
Pada hari kedua pihak lawan mencoba melakukan konsolidasi termasuk melakukan serangan udara.  Namun serangan udara itu dapat dipatahkan Sukhoi TNI AU yang bersiaga di Balikpapan.  Karena hampir semua pangkalan udara pihak lawan sudah dilumpuhkan maka bantuan Sukhoi pihak lawan dari seberang laut yang jauh menjadi tidak efisien karena Sukhoi TNI AU lebih tahan beradu karena masih punya stok BBM.  Setelah gangguan Sukhoi lawan berhasil dipatahkan, Sukhoi TNI AU melakukan serangan udara udara langsung dan memastikan 2/3 pangkalan militer lawan sudah hancur. 
Pasukan TNI AL bersiap menuju medan operasi
Pada hari ketiga satuan MBT, satuan roket dan satuan rudal anti tank dengan dukungan Heli serang dan Super Tucano melakukan perang tank dengan pihak lawan.  Dengan dukungan UAV yang mensuplai informasi keberadaan MBT lawan, Heli serang melakukan penembakan terhadap MBT lawan yang bersembunyi di perkebunan kelapa sawit.  Satuan roket dan artileri menghujani kota-kota sepanjang perbatasan dan satuan MBT bergerak masuk sejauh 30 mil dari perbasan.  Namun penjelajahan satuan MBT ini hanya 1 hari saja karena RI memang tidak punya ambisi teritori, sekedar menghajar lawan agar tahu diri.
Serangan serentak di tiga titik panas ini dimaksudkan agar pihak lawan terpecah konsentrasinya sehingga distribusi kekuatan militernya harus dibagi di tiga front itu.  Skenario dadakan dan serang lebih dulu dalam Latgab TNI 2013 merupakan episode baru yang sangat mungkin ditampilkan dalam Latgab itu karena kemampuan alutsista kita sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Latgab TNI tahun 2013 diprediksi diikuti 35.000 pasukan TNI, 80 KRI berbagai kelas, 40 jet tempur berbagai jenis, 50 heli tempur dan angkut,  40 MBT, 30 BMP3F, 50 Scorpion, 40 BTR-50, 10 BTR80, 10 RM Grad, 5 MLRS, 2 kapal selam dan berbagai alutsista baru lainnya.

Rabu, 13 Juni 2012

Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity, Sensifity.

oleh : Agustinus Setyawan / 31109107
sumber : http://www.businessdictionary.com/definition/CAMELS-rating.html

Sistem perbankan dianggap sebagai tulang punggung ekonomi. Tidak hanya memberikan solusi ekuitas mudah untuk orang biasa, memberikan dukungan kepada pemerintah juga. Karena pentingnya besar dan kuat seperti sektor perbankan, sektor ini diawasi oleh analis akut dan sejenisnya. Fungsi dari bank selalu menemukan disebutkan dalam lingkaran pemerintah dan berbagai kebijakan diatur oleh pemain publik dan swasta.
Mengingat begitu beragam kepentingan, itu menjadi kewajiban bank bahwa itu adalah rajin terhadap pelanggan dan klien. Krisis ekonomi terbaru menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan dan dibutakan oleh keuntungan, bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan tipuan untuk memacu sampai neraca. Pada akhirnya, tidak hanya bank-bank yang menurun tetapi harapan dan bahkan lebih dari itu itu kehidupan orang-orang yang dipengaruhi oleh praktek-praktek tersebut.Dalam dunia modern, ketekunan bank pergi ke tingkat berikutnya.
Tidak hanya bank bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan kemakmuran bangsa, juga bertanggung jawab untuk menarik garis di suatu tempat. Untuk menyeimbangkan antara risiko dan keselamatan adalah sesuatu yang diharapkan dari semua lembaga perbankan tidak peduli seberapa besar atau kecil. Orang berinvestasi di bank tidak hanya untuk menyimpan uang mereka aman, tetapi juga mendapatkan hasil yang tampan atas investasi mereka. Mengejar yang 'ekstra' adalah sesuatu yang umum bagi seluruh umat manusia, genom disebut 'keserakahan' yang berjalan melalui seluruh ras kami. Namun, tidak peduli model mana yang Anda menganalisis bisnis, tidak ada organisasi global telah menjadi benar-benar hebat tanpa menemukan campuran yang tepat risiko dan keselamatan.
Ini bukan pekerjaan mudah bagi bank tetapi mengingat kekuatan dan tanggung jawabnya di sektor perbankan dan juga fakta bahwa ia memiliki pikiran tajam hari kerja ke hari, seharusnya tidak terlalu sulit bagi bank untuk menunjukkan   ketekunan dalam nya   berfungsi, sekarang, dan selalu. Konsep rata tidak penting, karena sedang mengatakan jika Anda adalah kepala di bawah sinar matahari dan Anda duduk di sebuah balok es Anda suhu tubuh rata-rata mungkin oke-tapi rata-rata adalah ukuran berguna. Patokan yang terbaik, bukan rata-rata.
Konsep CAMELS-Modal, kualitas Aset, Manajemen, Produktif, Likuiditas dan sensitivitas terhadap risiko pasar adalah dasar-dasar, yang tidak dapat dilewati. Krisis keuangan ini dapat menjadi sesuatu untuk belajar bentuk, agar tidak mendapatkannya diulang di masa depan.

TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN CAMELS

 oleh : Agustinus setyawan / 31109107
 
 
Sebagaimana diketahui, salah satu konsep manajemen yang dikenal secara umum adalah P.O.A.C. - Planning,  Organizing, Actuating & Controlling. Salah satu aspek yang terdapat dalam Controlling adalah Evaluation- yaitu bagaimana mengukur pencapaian-pencapaian dari strategi yang telah dilakukan.
Tingkat Kesehatan Bank sebagai ukuran pencapaian kinerja bank yang komprehensif merupakan input untukplanning ke depan. Bagi bank, tujuan penilaianTingkat Kesehatan Bank adalah memperoleh gambaran mengenai tingkat kesehatan bank sehingga dapat digunakan sebagai input bagi bank dalam menyusun strategi dan rencana bisnis ke depan serta memperbaiki kelemahan-kelemahan yang berpotensi menganggu kinerja bank. Bagi regulator, penilaian tingkat kesehatan bank menjadi input dalam menyusun strategi dan rencana pengawasan bank yang efektif sehingga bersama-sama dengan bank dapat menciptakan individual bank dan sistem perbankan yang sehat dan berkesinambungan.
Perkembangan industri perbankan telah memberi andil dalam perubahan pendekatan penilaian secara internasional yang mengarah pada pendekatan pengawasan berdasarkan risiko. Peningkatan eksposur risiko dan profil risiko serta penerapan pendekatan Pengawasan berdasarkan risiko tersebut selanjutnya akan mempengaruhi penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Mulai bulan Januari 2012 dengan menggunakan data Bulan Desember 2011, bank telah diwajibkan untuk melaporkan penilaian Tingkat Kesehatan berdasarkan Risk Based Bank Rating menggantikan CAMELS (Capital, Asset Quality, Management, Earning, Liquidity & Sensitivity to Market Risk) yang dulunya digunakan bank.
Tingkat kesehatan bank berdasarkan CAMELS, selama ini telah efektif dalam memberikan gambaran kesehatan bank namun perlu disempurnakan sesuai dengan perkembangan kompleksitas bisnis bank dan memenuhi ekspektasi stakeholders yang semakin tinggi. Untuk lebih memahami apa fokus penyempurnaan CAMELS, berikut disajikan diagram Penilaian Tingkat Kesehatan Bank berdasarkan metode CAMELS, sebagai berikut  :
Dari diagram tersebut terlihat, bahwa keterkaitan antara faktor-faktor dalam CAMELS belum terhubung sehingga belum memberikan gambaran yang utuh tentang bagaimana bank dikelola. Masing-masing komponen dan faktor dalam diagram masih dianalisis secara terpisah, dan belum mempehatikan adanya keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Berikut uraian tentang hal dimaksud :
  • Faktor Manajemen tentunya sangat terkait dengan faktor lainnya, karena faktor-faktor lain merupakan hasil (resultan) dari apa yang dilakukan manajemen. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara penilaian penilaian faktor Manajemen dengan faktor lainnya.
  • Faktor Capital dan Earnings sangat dipengaruhi oleh faktor Asset Quality, karena Asset Quality yang buruk akan menyebabkan kecukupan permodalan terganggu  untuk mengantisipasi kerugian dimasa depan.
Selain dari belum adanya keterkaitan antara faktor dan komponen, CAMELS juga belum memperhitungkan kinerja masa depan serta perbandingan bank dengan bank sejenis (peer analysis). Misal dalam penilaian faktor Asset Quality, CAMELS belum memperhitungkan potensi penurunan kualitas kredit / potensi peningkatan NPL. Hal-hal tersebut, menjadi alasan mengapa perlu penyesuaian metode Penilaian Tingkat Kesehatan dari CAMELS ke RBBR.

Kamis, 03 Mei 2012

JASA-JASA PERBANKAN

JELASKAN DEFINISI JASA-JASA PERBANKAN ( FEE BASE INCOME ) :

1. INKASO
2. TRANSFER
3. SAVE DEPOSIT BOX
4. LETTER OF CREDIT L/C
5. TRAVELLER CHEQUE
1.      INKASO
adalah sebuah layanan bank untuk penagihan pembayaran atas surat/document berharga kepada pihak ketiga di tempat atau kota lain di dalam negeri. Surat atau dokumen berharga yang dapat diproses adalah wesel, cek bilyet giro, kuitansi, surat promes/aksep dan hadiah undian.
2.      TRASNFER
adalah hal yang terjadi ketika seseorang mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya untuk mempelajari atau memecahkan problem dalam situasi baru. Jadi, apabila seseorang mempelajari suatu konsep matematika dan kemudian menggunakan konsep ini untuk memecahkan problem sains, maka dia telah melakukan transfer.
Ø  Macam-macam transfer
Transfer dekat terjadi ketika situasinya sama, misalnya situasi belajar di kelas sama dengan situasi di mana pembelajaran sebelumnya terjadi. Contoh lainnya adalah ketika murid belajar mengetik di mesin ketika kemudian menggunakan kemampuannya untuk mengetik keyboard komputer.

Transfer jauh berarti transfer pembelajaran ke
situasi yang sangat berbeda dari situasi pembelajaran sebelumnya, misalnya jika murid mendapat tugas paruh waktu di perusahaan arsitektur dan mengaplikasikan apa yang dipelajarinya di pelajaran geometri di sekolah untuk membantu asitek menganalisis problem spasial yang sangat berbeda dengan apa yang murid temui di pelajaran geometri di sekolah.
3.      SAFE DEPOSIT BOX
Kotak simpanan (bahasa Inggris:Safe Deposit Box atau SDB) adalah suatu wadah atau kotak penyimpanan harta atau surat berharga, yang biasanya ditempatkan pada suatu ruang khazanah yang dirancang secara khusus dari bahan baja yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan dan kenyamanan penggunanya. Kotak simpanan atau SDB ini biasanya berada di bank, kantor pos, atau institusi lainnya. Kotak simpanan ini umumnya digunakan untuk menyimpan perhiasan atau logam mulia, mata uang asing, dokumen penting seperti sertipikat, akta kelahiran, surat berharga komersial, atau penyimpanan data komputer yang perlu dilindungi dari pencurian, kebakaran, banjir, dan lain-lain. Umumnya penyewa atau nasabah membayar sejumlah biaya kepada bank sebagai biaya sewa kotak tersebut, yang hanya dapat dibuka dengan kombinasi kunci khusus, tanda tangan yang valid dari penyewa, dan mungkin kode-kode tertentu yang ditetapkan oleh bank. Beberapa bank bahkan menggunakan fasilitas keamanan dual-kontrol biometrik untuk melengkapi prosedur keamanan konvensional yang sudah ada. Banyak hotel, resor dan kapal pesiar menawarkan penyewaan kotak simpanan atau lemari besi kecil untuk pelanggan
4.      LETTER OF CREDIT
Letter of credit, atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).
Ø  Pelaku lc
·         Applicant atau pemohon kredit adalah importir (pembeli) yang mengajukan aplikasi L/C.
·         Beneficiary adalah eksportir (penjual) yang menerima L/C.
·         Issuing bank atau opening adalah bank pembuka L/C.
·         Advising bank adalah bank yang meneruskan L/C, yaitu bank koresponden (agen) yang meneruskan L/C kepada beneficiary. Bank tidak bertanggung jawab atas isi L/C dan hanya bertindak sebagai perantara.
·         Confirming bank adalah bank yang melakukan konfirmasi atas permintaan issuing bank dan menjamin sepenuhnya pembayaran.
Ø  Tata cara pembayaran dengan L/C
  1. Importir meminta kepada banknya (bank devisa) untuk membuka suatu L/C untuk dan atas nama eksportir. Dalam hal ini, importir bertindak sebagai opener. Bila importir sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk impor seperti keharusan adanya surat izin impor, maka bank melakukan kontrak valuta (KV) dengan importir dan melaksanakan pembukaan L/C atas nama importir. Bank dalam hal ini bertindak sebagai opening/issuing bank. Pembukaan L/C ini dilakukan melalui salah satu koresponden bank di luar negeri. Koresponden bank yang bertindak sebagai perantara kedua ini disebut sebagai advising bank atau notifiying bank. Advising bank memberitahukan kepada eksportir mengenai pembukaan L/C tersebut. Eksportir yang menerima L/C disebut beneficiary.
  2. Eksportir menyerahkan barang ke Carrier, sebagai gantinya Eksportir akan mendapatkan bill of lading.
  3. Eksportir menyerahkan bill of lading kepada bank untuk mendapatkan pembayaran. Paying bank kemudian menyerahkan sejumlah uang setelah mereka mendapatkan bill of lading tersebut dari eksportir. Bill of lading tersebut kemudian diberikan kepada Importir.
  4. Importir menyerahkan bill of lading kepada Carrier untuk ditukarkan dengan barang yang dikirimkan oleh eksportir.
5.      TRAVELLERS CHEQUE

Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Traveler’s cek pertama kali diterbitkan pada tanggal 1 Januari 1772 oleh London Credit Exchange Company untuk digunakan dalam sembilan puluh kota-kota Eropa, dan pada tahun 1874 Thomas Cook telah mengeluarkan ‘circular notes’ (surat edaran) yang beroperasi pada caraTravellers chaque tersebut.
Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian.

Keuntungan Travellers cheque :

1. Memberikan kemudahan berbelanja

2. Mengurngi resiko kehilangan uang

3. Memberikan rasa percaya diri

Rabu, 04 April 2012

Sumber - Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank

oleh : agustinus setyawan

sumber :  http://a60446.wordpress.com/2011/03/17/sumber-dan-penggunaan-dana-bank/

 

Sumber Dana Bank

Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung.oleh karena itu pemiliha sumber dana harus dilakukan secara tepat.

Secara garis besar sumber dana bank dapat di peroleh dari:

  • Dana yang bersumber dari bank itu sendiri 

Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dana bank salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.

Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:

  1. Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemgang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank sebagian digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.

  2. Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun di cadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko di kemudian hari. Cadangan ini dapat diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditingkatkan atau bank mampu meningkatkan labanya.

  3. Laba bank yang belum di bagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham. Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik di dalam maupun di luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat.

  • Dana yang bersumber dari masyarakat luas

Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun Dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh dari bank dengan menggunakan berbagai instrumen produk simpanan yang dimiliki oleh bank.

Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan (rekening). Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri, sehingga bank harus pandai dalam menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang dimaksud adalah:

  1. Simpanan giro

  2. Simpanan tabungan

  3. Simpanan deposito.

  • Dana yang bersumber dari lembaga lain

Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:

  1. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.

  2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.

  3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.

  4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.

Prioritas Penggunaan Dana


Penggunaan dana bank untuk dua prioritas pertama adalah dalam bentuk cadangan likuiditas, yang terdiri dari cadangan primer dan cadangan sekunder :

  • Cadangan primer dimaksudkan antara lain untuk memenuhi ketentuan likuiditaswajib minimum dan untuk keperluan operasi bank sehari-hari, termasuk untukmemenuhi semua penarikan simpanan dan permintaan kredit nasabah

  • Cadangan sekunder digunakan untuk memenuhi kebuthan-kebutuhan likuiditas yangjangka waktunya diperikrakan kurang dari satu tahun. Cadangan sekunder ini semata-mata dimaksudkan untuk kebutuhan likuiditas dan untuk memperoleh keuntungan. Fungsi cadangan sekunder antara lain sebagai berikut:

  1. Memenuhi kebutuhan kas yang bersifat jangka pendek dan musiman daripenarikan simpanan dan pencarian kredit dalam jumlah besar yang telahdiperkirakan

  2. Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebutuhan- kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan

  3. Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi

  4. Kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan dari deposan dan penarikan nasabah debitur.

  • Penyaluran kredit dilakukan dengan memberikan kredit kepada nasabah yang memenuhi ketentuan kebijakan perkreditan bank

  • Investment merupakan penanaman dana dalam surat-surat berharga jangka panjang. Tujuan penggunaan dana ini semata-mata untuk memaksimalkan penghasilan.

 

 

 

Definisi, Sifat, Fungsi Peranan dan Deregulasi Bank di Indonesia

 Definisi, Sifat, Fungsi Peranan dan Deregulasi Bank di Indonesia

 oleh : Agustinus Setyawan
1. Definisi , Sifat & Fungsi peranan Bank
           
 a). Definisi dari Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
b).Sifat dari Bank antaranya, Bank sebagai perantara keuangan (financial intermediary)
 Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit).
c).Fungsi-fungsi dan peranan bank  yang umum diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu 1.    Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

5.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

6.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank. 
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.
2. Deregulasi Bank di Indonesia
Deregulasi perbankan adalah keadaan dimana terjadinya perubahan peraturan dalam perbankan, khususnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena belum tangguhnya keadaan perbankan Indonesia, disebabkan perbankan Indonesia adalah warisan dari negara penjajah di Indonesia sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perbankan dengan baik dan Indonesia memang tidak didasari untuk belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal bank.
Deregulasi ini dimaksudkan dengan tujuan membuat suasana perbankan di Indonesia lebih stabil. Maka dibuatlah kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang perbankan Indonesia. Mulai dari 1 juni tahun 1983 yang memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Dilanjutkan dengan  Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88) hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru sehingga pada masa itu meledaklah jumlah bank di Indonesia. Lalu  Paket Februari 1991 (Paktri) yang berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan sehingga diharapkan peningkatan kualitas perbankan Indonesia. UU Perbankan baru No 7 menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Hingga Pakmei pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali, dan terakhir dikeluarkannya PP No 68 tahun 1996, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena nasabah bank akan tahu persis rapor banknya.